Public Speaking adalah kemampuan berbicara untuk menyampaikan suatu informasi atau topik didepan 2 orang atau lebih. Dalam kehidupan sehari hari tanpa kita sadari kita telah menerapkan kegiatan public speaking, contoh yang paling mudah adalah ketika kita mempresentasikan pekerjaan kita di depan teman teman kita. Hal itu sudah termasuk public speaking karena berbicara di depan banyak orang melebihi 2 orang.
Faktanya dengan adanya pandemi covid-19 ruang gerak semakin dibatasi. Webinar dan pertemuan virtual melalui Zoom telah menjadi hal yang biasa kita lakukan. Di era digital, public speaking semakin penting bagi kehidupan sehari hari karena dalam mempromosikan suatu produk atau menyampaikan sebuah informasi dibutuhkan kemampuan dalam berbicara di depan banyak orang untuk menarik perhatian mereka.
Maka dari itu ada beberapa hal penting yang harus diterapkan agar audiens tertarik mendengarkan informasi yang kita berikan. Eye contact merupakan salah satu hal yang penting dalam melakukan public speaking karena melakukan eye contact dengan audiens dapat menciptakan kesan komunikatif sehingga audiens merasa diajak bicara oleh orang yang memberikan informasi. Keterampilan di depan banyak orang ini jangakauannya juga semakin luas tidak hanya secara tatap muka tetapi juga melalui ruang digital (daring). Ketika menyampaikan presentasi komunikator biasanya mendapatkan tekanan bahwasannya apa yang disampaikan harus dapat dimengerti bagi pendengarnya. Namun, disamping itu kita harus percaya diri dalam menyampaikan suatu masalah agar tetap terdengar jelas dan terstruktur saat berbicara.
Public speaking dinilai penting bagi generasi muda untuk dapat bersaing di era digital saat ini. Di era kemajuan teknologi saat ini, teknik dalam public speaking semakin berkembang seiring munculnya banyak media komunikasi digital. Dalam menyampaikan materi terjadi banyak hambatan untuk itu diperlukan kecakapan yang dinamakan leadership. Leadership merupakan cara seorang komunikator dalam menyampaikan materi atau gagasan yang dimilikinya kepada audiens. Untuk memiliki kemampuan ini kita harus mampu menguasai gagasan yang ingin kita sampaikan. Cara menyampaikannya pun harus menarik perhatian audiens, lalu setelah audiens tertarik kita harus menyampaikan materi dengan sebaik mungkin agar dapat mudah dipahami oleh audiens.
Hal itu termasuk dalam inner dan outer confidience. Inner confidience lebih difokuskan dalam penguasaan materi yang akan disampaikan, sedangkan outer confidience lebih berfokus kepada interaksi dengan audiens seperti, Eye contact, gestur badan dan ekspresi yang kita tunjukkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar